Minggu, 08 April 2012

semrawut surabayaku

Judul    : Semrawut surabayaku
Media  :  paper  on derawing
Size      : A4
Karya   : Eddi hariyadi (edi fals)
Konsep karya
Kuingin kau seperti dulu elok nan molek
Tak ada campur tangan manusia yang dusta
Di setiap nafasmu menarik kehidupan desa

Tapi nkini kau sumpek bak sampa Yang bertebaran
Kadang kala kau tumbang
Kadang kala kau terbakar
Tak ada damai di setiap nafasmu

Sikut-sikutan seakan-akan sarapan di pagi hari
Kemacetan seperti denyut jantung mu
Gedung pencakar langit bak bulu romamu
Baliho dan reklame adalah baju yang terpakai kala usang kan tergantikan
Satu sama lain takada yang tau
Emang engkau metropolitan
Selalu jadi tumpuan orang yang ingin kemewahan dan kemunafikan…

Penjelasan karya
Karya ini mengambarkan kota pahlawan yang semakin hari semakin semrawut ,sumpek terlalu banyaknya penduduk dan gedung pencakar langit , mungkin bias ditafsirkan selaksa gado-gado kenapa dalam lukisan ini menampilkan banyak obyek-obyek figure-figur yang saya reprensentasikan secara berhimpitan ,berjalan saling berebut perhatian ,bertubrukan saling silang seperti yang terjadi di Surabaya coba perhatikan, betapa banyak obyek atau figur yang tampil pada lukisan ini lalu tek-tek yang bermunculan  menghiasi kota Surabaya seperti baju, apakah itu berupa gedung ,papan reklame,iklan,mengibaratkan tek-tek yang terus mengepung kota Surabaya
Saya mempersepsiksikan kota Surabaya yang sumpek dan semerawut yang penduduknya indifidualistik dan matrialistik,dan lukisan ini menguarkan pernyatan siapapun yang hidup di Surabaya lambat laun akan tergerus menjadi manusia individual yang harus tutup mata dan pura-pura tidak tau persoalan orang lain untuk itulah 3 figur yang saya tampilkan yang matanya sengaja di kasi hijab(penutup),hidup di Surabaya sungu berat  tidak seindah di bayangkan oleh masarakat desa yang setiap habis idulfitri berdatangan menjadi pendududk baru Surabaya dengan profesi menjadi pembantu ruma tangga atau pekerja keras lainya,Surabaya sebenarnya bukan surga : Surabaya hanyalah kota utopia.ada banyak hambatan rintangan yang membelenggu,saya menampilkan belengu itu ada figure yanga di tututp matanya dan yang di bedong seperti bayi .
Berbagai fenomena dan insiden yang terjadi di Surabaya dalam bentuk symbol –simbol kobaran api yang tampil dalam lukisan itu,adalah gambaran kebakaran yang sering terjsdi di Surabaya ,yang cukup mmenonjol di nlukisan ini otak mmanusia yang terbang di dalamnya ada gedung dan juga monas ,ini adalah gambaran Surabaya adalah Jakarta yang kedua symbol yang lain nya otak yang di bawah bertulisan damai di sisilain orang Surabaya ingin kedamaiyan seperti sedia kala.

Senin, 19 Maret 2012

waktu kau berjalan


Judul   :waktu ku berjalan
Media   :drawing on paper
Size    :A4
Thn pem :29-02-2012
Karya   :eddi hariyadi S.Pd(edi fals)

ada dua tahap dalam penyelesain karya tersebut,

Konsep karya’

Menit dan detik selalu bersamaan
Dalam mengitari relung yang berdimensi
Waktu terus berjalan di setiap gugurnya dedaunan
Menandakan takan perna kembali pada batang yang rapuh

Meski kau trus berjalan kuinggin melangka demi setapak lebih baik
Tuk gapai sesuatu yang ada
Karna sekali melangka
Kita kan terus berjalan
Menelusuri relung-relung

Agar tak menyesal di kala kan datang
Seperti tetesan embun di kala pagi selalu tebarkan senyuman...


Penjelasan karya

Karya ini menjelaskan tentang waktu yang terus berjalan,yang selalu dan takkan perna kembali ke belakang,jadi di kehidupan ini selalu berbuatlah yang baik tidak merugikan orang lain agar kita tidak menyesal dikemudian hari seperti figur daun yang berguguran dia kan selalu kebawah dan kebawah,mustahil untuk kembali ke tangkainya,
Seperti jam dinding yang meleleh selaksa tak berarti dalam kehidupan ini huruf wawu yang reta-retak seolah-olah tak sangup lagi dalam mengarungi kehidupan yang terus bermasalah, dan figur yang paling menonjol adalah lafal walasri:artinya demi masa yang di maksud adalah sesungguhnya manusia di bumi ini dalam keadaan merugi jadi kita sebagai mahluk tuhan selayaknya menafsikan kehidupan ini dengan sebaik mungkin...

Jumat, 10 Februari 2012

Selasa, 07 Februari 2012

NISTA




JUDUL  : Nista
MEDIA : Derawing Pen on paper
SIZE     : A4 x 4= 50x60


konsep karya

          Nista
Bila manusia
Telah engan menikmati
Kehidupan Agama nansuci
Sehingga lebih dekat dengan dunia belaka

Saat sang murka menghampiri
Hati sanubari yang kekal
Tertancap noda nan nista
Sehingga akalpun,tak'kan bisa memancar lagi

Peringatan itu datang
Menyertai keangkuhan,kesombongan duniawi

Sehingga Cahayanya tidak berkilau
Oh dhat yang agung
Mulutpun terucap
Ingginkan kedamaiyan
Yang dulu perna ada
Yarob Ampuni kilafku
Niscaya aku penu dosa..

Penjelasan karya
karya ini menjelaskan seseorang manusia yang hanya memikirkan kenikmatan duniawi semata,harta,tahta,wanita
dikarya ini juga menjelaskan bahwasanya manusia lupa dengan tuhanya ,lupa dengan budayanya,lupa moralnya di situjuga digambarkan wajah yang retak mengeluarkan huruf arab,latin,gunungan,pancasila,seolah olah memuntahkan budaya dan moral,dan otak nya di penuhi kenik matan dunia semata ,dan tuhanya disisikan....
dan di ahir hidupnya baru menyadari ingin kembali lagi dan menggingat tuhannya itu di gambarkan karya yang ke empat .

Minggu, 16 Oktober 2011

SUNGGING di atas vasbunga dr gipsum




judul     : Tuhanku
media   : vas gip
size      : diameter 5 cm
th pem : (16-10-2011)

karya sungging dengan media gipsum adalah penerapan /kejenuhan dalam melukis media kanvas dan juga kaca,sehingga muncullah media ini,karya ini mengisaratkan bahwa tuhan bukan di mana tapi tuhan ada di mana mana disi dengan memadukan warna cerah dengan warna sof adalah paduan yang harmonis supaya kesanya memancarkan cahaya dari lafal Allah ,